Hari 4 - Setia Dalam Hal Kecil

"Banyak orang mau bekerja kalau mulainya di puncak." (Dr. Robert Anthony)

Tahukah Anda bahwa ada banyak kisah sukses yang berawal dari sebuah hal kecil? Ya, mereka tekun dengan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan, tidak mengeluh dengan hasil yang sedikit, lalu mengerjakannya dengan sepenuh hati. Hasilnya, lama-lama keuntungan mereka berlipat ganda, mempunyai pegawai yang banyak, dan tentu saja produk mereka dikenal oleh berbagai konsumen. Ben & Jerry merek es krim terkenal, adalah salah satu contohnya. Awalnya Ben Cohen dan Jerry Greenfield memutuskan akan menekuni bisnis es krim. Kemudian dua sahabat ini dengan uang yang sangat terbatas mengambil kursus jarak jauh tentang pembuatan es krim. Mereka membayar lima dolar untuk mengikuti kursus ini. Berbekal materi itulah, mereka lalu mulai membuat es krim dengan resep mereka sendiri. Kini toko es krim Ben & Jerry ada lebih dari 90 buah dan omzet penjualan mencapai 58 juta dolar US pertahun. Seandainya Ben dan Jerry tidak mensyukuri apa yang mereka dapat saat itu, tidak mau mengelolah materi pembuatan es krim karena ketika itu belum tahu apa yang bisa diperoleh dari hasil pembelajar tersebut, tidak mau mengambil langkah awal, maka selamanya dua sahabat itu tidak akan menjadi pengusaha sukses.

Kisah lain dibawa oleh Amazon.com yang didirikan oleh Jeff Bezos. Perusahaan ini pada mulanya hanyalah sebuah toko buku, kemudian meluas ke compact disc, ke lelang dan sekarang sudah mempunyai ribuan produk. Pada tahun 1996 Amazon.com berhasil membukukan 15,7 juta dolar. Dua tahun kemudian telah melonjak menjadi 600 juta dolar. Situs ini sudah mempunyai konsumen yang tersebar di seluruh dunia, sehingga menjadi toko on-line terbaik tahun 2002 versi majalah Yahoo. Mengapa Jeff menamai perusahaannya dengan Amazon? "Karena sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia," kata Bezos. Sungai Amazon menampung 20% air bersih dunia. Jeff Bezos bermimpi perusahaannya kelak akan menguasai 20% pasar dunia.

Howard Zinn mengatakan, "Kita tak akan pernah tahu bila kita tidak pernah memulai." Ben Cohen, Jerry Greenfield, dan Jeff Bezos mungkin tidak pernah mengira dengan hasil yang akan mereka dapat, atau bahkan mereka tidak pernah bermimpi menjadi pebisnis dengan omzet jutaan dolar, yang meraka tahu adalah bahwa mereka harus tetap melangkah dan berusaha. Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk tipe orang yang baru mau bekerja bila gajinya cocok dengan kita? Jika itu yang kita lakukan, selamanya kita tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan menuai sukses. Karena orang-orang sukses memulai karirnya dengan hal-hal yang tidak cocok dengan mereka, entah itu gajinya yang rendah yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, lingkungan kerjanya yang buruk, atasanya yang otoriter, rekan kerjanya yang curang yang menusuk dari belakang, dsb. Namun di tengah ketidakcocokan itu mereka tetap setia, tekun, pantang menyerah, memberi yang terbaik yang mereka bisa, tidak hitung-hitungan dengan berkata, "Ya, karena saya masih dibayar kecil jadi tak perlulah bekerja sampai mati-matiin. Toh, bila saya bekerja keras pun tidak akan ada yang memperhatikan. Toh, gaji yang saya terima setiap bulan akan tetap sama." Cara berpikir yang demikian adalah cara pikir yang sempit, yang tidak akan mendatangkan kemajuan bagi siapapun. Tapi bagi seorang achiever pemikirannya akan berbeda. Ia akan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang, meskipun itu baru berupa benih yang kecil. Karena ia mengerti bahwa benih yang kecil tersebut, bila setiap hari disirim, dirawat, diberi pupuk, maka akan tumbuh menjadi pohon raksasa. Bila pekerjaan yang ia terima saat itu kecil, tidak dipandang orang, namun bila tekun dikerjakan, dijalani dengan rasa syukur, maka dikemudian hari ia pasti berhasil. Itupula yang dikerjakan Helen Keler, seorang motivator tuna netra dan tuna rungu, ia mengatakan, "Aku ingin menyelesaikan tugas yang besar dan mulia, tetapi tugasku yang utama adalah menyelesaikan tugas-tugas kecil seolah-olah itu adalah tugas yang besar dan mulia." Berkat mind set yang seperti itu, ia berhasil mengumpulkan uang dari beberapa negara untuk membangun yayasannya.

Jadi, bila hari kita Anda ditawari pekerjaan sebagai sales, asisten manager, asisten dosen, penjaga gudang, penjaga toko, office boy, SPG, apapun itu yang saat ini masih terlihat tidak ada apa-apanya, ambillah. Lalu kerjakan itu dengan sebaik-baiknya. Datanglah lebih awal dari yang lain, layanilah lebih ramah dari yang lain, berilah lebih banyak dari teman-teman Anda, lakukan lebih dari yang diharapkan atasan Anda terhadap Anda, maka pimpinan, rekan kerja, pelanggan, pembeli, bahkan Tuhan yang melihat pekerjaan kita akan mengangkat dan memuliakan kita tepat pada waktunya.