Hari 3 - Pikiran + Tindakan Positif

Carilah hal-hal yang positif dalam setiap kesempatan.

Pygmalion adalah seorang pemuda yang sangat mahir memahat patung. Para teman dan tetangga bukan hanya mengaguminya karena bakat yang ia miliki, namun mereka juga senang kepada Pygmalion karena sikapnya yang selalu melihat segalanya dari sisi positifnya. Ya, Pygmalion memang senang memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel dan menggerutu. Pygmalion malah berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini." Ketika ada seorang pembeli patung ngotot tawar-menawar harga, orang-orang berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih penting." Ketika anak-anak mencuri apel di kebunnya. Pygmalion tidak mengumpat, ia justru merasa iba, "Kasihan anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya." Itulah pola pikir Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi negatif, melainkan dari segi positifnya. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Suatu hari Pgymalion mengukir sebuah patung wanita. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah selesai, patung itu tampak benar-benar seperti manusia. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah, sebagus-bagusnya patung itu, ia hanya patung bukan istrimu." Tetapi Pygmalion tidak menghiraukan perkatan mereka, ia malah memperlakukan patung itu selayaknya pribadi yang hidup. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dibelainya. Para dewa memperhatikan sikap Pygmalion, lalu memutuskan untuk memberi anugerah kepadanya, yaitu mengubah patung itu menjadi seorang manusia. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan istrinya itu. Nama Pygmalion konon dikenang hingga kini untuk menggambarkan dampak pola pikir yang postif. Bila kita berpikir positif tentang suatu kedaaan atau seseorang, seringkali hasilnya akan benar-benar menjadi positif.

Senada dengan hal itu, Ralph waldo Emerson juga mengatakan, "Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari." Bila kita berpikir bahwa hari ini adalah hari kerja yang menyenangkan, maka itu yang akan terjadi. Sebaliknya, jika kita menganggap bahwa hari ini adalah hari yang buruk, karena ada banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, maka seolah-olah kehidupan ini akan segera mewujudkan apa yang kita yakini tersebut. Begitu pula saat kita berpikir bahwa kita adalah pribadi yang tidak bisa mencapai apa-apa, tidak mampu melakukan banyak hal untuk orang lain, tidak bisa membuat terobosan dalam hidup, maka pelan tapi pasti hal itu akan menjadi kenyataan. Kita memang perlu menyadari bahwa segalanya dimulai dari pikiran kita, bila kita belajar berpikir positif, menilai keadaan yang buruk sekalipun menyimpan hal yang baik, mungkin keadaan sekitar kita tidak langsung jadi baik, masalah kita tidak segera selesai, dan kitapun tidak serta merta mendapatkan hasil yang kita rindukan. Namun yakinlah ada kekuatan dan energi yang besar bila kita mencoba untuk berpikir positif. Misalnya saat kita gagal, dan kita berpikir, "Terima kasih Tuhan, karena Engkau memberitahuku mana jalan yang benar. Terima kasih karena aku dapat belajar satu hal yang baru lagi dalam hidup ini." Jika kita bisa berkata dan berpikir demikian, maka kita tidak akan terjebak dalam kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut, namun mempunyai kekuatan yang baru untuk mencoba kembali.

Setelah kita mampu memanage pikiran kita, mengubah setiap cara pandang yang negatif menjadi lebih positif, mari tindaklanjuti dengan hal yang baik pula. Pendek kata jangan berhenti pada cara pikir yang baik saja. Karena bila kita hanya berpikir yang baik-baik, berpikir tentang kesuksesan, kebahagiaan, kesehatan namun tidak melakukan apa-apa untuk meraihnya, maka kita pun tidak akan pernah mendapatkan apa pun juga. Ya, hasil yang kita harapkan tidak akan terwujudkan hanya dengan mengkhayalkannya. Uang tidak akan langsung jatuh dari langit, saat kita membayangkannya. Kita tidak akan bisa hidup sehat hanya dengan memikirkannya, tapi kita perlu melakukan tindakan yang real seperti menjaga pola makan, berolahraga, mempunyai gaya hidup sehat, dsb. Ingatlah bahwa seorang achiever sejati, bukan hanya orang yang pintar dalam memikirkan hal yang positif, namun mampu mengimbanginya dengan perbuatan yang nyata. Yakinlah ketika kita bisa menyatukan antara pikiran yang baik dengan tindakan yang baik pula, maka hasil yang luar biasa akan kita dapatkan.