Hari 16 - Nikmati Prosesnya

Sukses bukanlah berlari dengan sepatu boot, selangkah demi selangkah, sedikit demi sedikit adalah jalan menuju kemakmuran, kebijaksanaan, dan kemuliaan. (Sir Thomas Fowell Buxton)

Suatu hari seekor itik melewati kandang ayam. Kebetulan saat itu ayam sedang mengerami telurnya. Itik mulai menggoda, katanya, "Hai Ayam, apa yang sedang kau lakukan? Kok, kerjanya hanya duduk-duduk saja di kandang?" Si Ayam menjawab, "Apa kamu tidak lihat Tik, aku kan sedang mengerami telur-telurku." "Lho, kok harus dierami? Kalau aku sih tidak perlu dierami, telur-telurku dapat menetas sendiri. Jadi aku tidak usah repot-repot duduk seharian sepertimu," kata Itik dengan nada menghina.

Hari berganti hari, Si Ayam betina masih terus mengerami telur-telurnya. Dengan penuh kesabaran dia masih setia duduk di kandang, meskipun sudah kelihatan sangat lelah. "Penderitaan yang kualami tidak sebanding dengan kebahagiaan yang akan kudapat," ucapnya menguatkan diri sendiri. Tidak terasa, sudah sampai pada hari ke dua puluh satu. Dilihatnya satu demi satu telurnya. "Hah..! Masih utuh?" gumam si Ayam sembari menelungkupkan kembali sayapnya. Tapi tiba-tiba terdengar bunyi "Trak.." Sebutir telurnya mulai gemeretak, lalu telur yang lainnya menyusul. Satu per satu telurnya berubah menjadi anak ayam yang lucu-lucu. Sekarang, induk ayam pun bisa turun dari kandangnya dengan penuh sukacita. Sementara itu, si Itik menjalani hari-harinya seperti biasa, tidak ada sesuatu yang baru dan menantang, sehingga hidupnya tidak pernah diwarnai dengan kejutan-kejutan yang menggembirakan. Tentu berbeda sekali dengan si Ayam.

Untuk mendapatkan anak ayam yang lucu-lucu, maka Si induk betina perlu menunggu sampai dua puluh satu hari. Bila ia memaksa memecahkan sendiri telur sebelum waktunya, maka bukan anak ayam yang ia dapat, namun hanya cairan telur yang busuk. Demikianlah dalam pencapaian kita dalam hidup ini. Semua orang rindu menjadi yang teratas, mencapai hal-hal luar biasa yang sebelumnya belum pernah ia raih, namun berapa banyak yang bersedia menunggu prosesnya? Yang banyak terjadi adalah orang menjadi sangat tidak sabaran, berusaha mencari jalan pintas, menyikut rekan kerja, menginjak bawahan, lalu menjilat atasan. David Joseph Schwartz mengatakan, "Orang yang memutuskan untuk meraih kesuksesan maksimal harus belajar bahwa kemajuan dibuat selangkah demi selangkah. Sebuah rumah dibuat dari batu demi batu. Pertandingan bola dimenangkan lewat permainan demi permainan. Sebuah supermarket berkembang berkat satu demi satu konsumennya. Setiap pencapaian besar adalah rangkaian pencapaian-pencapaian kecil." Sayangnya budaya instan sudah begitu mendarah daging dalam diri kita. Ingin lulus ujian, tinggal menyewa joki saja, biar dia yang bekerja bagi kita. Mau mendapat nilai bagus tinggal menyontek. Ingin kaya tinggal datang saja ke tempat orang pintar. Kecenderungan berpikir instant membuat orang sering lupa bahwa menabur dan saat menuai sangat berbeda. Di antara keduanya harus ada sebuah proses. Jadi, apapun yang hari-hari ini hendak kita capai, hadapilah langkah-langkahnya karena segala sesuatu yang datang dengan mudah, akan pergi dengan mudah.

Tapi bila kita memaksa melalui jalan pintas, mungkin dalam waktu singkat apa yang ia inginkan dapat tercapai, tapi berapa lama hal itu dapat bertahan? Setahun? Dua tahun? Ketahuilah jika Anda hanya melakukan hal-hal yang mudah, hidup ini akan menjadi sulit. Akan tetapi, jika Anda rela melakukan hal-hal yang sulit, hidup ini akan menjadi mudah. Artinya bila kita hanya mau melakukan hal yang gampangan, menyuap, berlaku curang, berbohong, maka suatu saat kelak mau tidak mau kita akan berhadapan dengan situasi yang sulit. Ketika kita harus memepertanggung jawabkan pekerjaan kita kepada orang banyak atau kepada pimpinan yang lebih tinggi, kita malah tidak bisa menjawab apapun, karena selama ini kita tidak melakukan apa-apa. Orang lainlah yang mengerjakannya bagi kita. Sebaliknya, bila awalnya kita mau melakukan hal yang sulit, mau bekerja keras, menjalani setiap proses yang ada, menaiki tangga karir setahap demi setahap, maka bila waktunya kita harus memberi penjelasan kepada orang-orang, dengan mudah kita bisa menjawabnya. Karena selama ini kitalah yang bekerja keras sesuai dengan keahlian kita.

Mari jadilah achiever yang berbeda dengan kebanyakan orang, bukan hanya sekedar meraih dan meraih. Semua orang bisa meraih suksesnya masing-masing, namun keberhasilan yang seperti apa? Dengan cara-cara tidak benar, atau yang sesuai dengan prosedurnya? Bila kita mengharapkan hasil yang bertahan lama, berjalanlah sesuai dengan cara-cara yang tepat. Bangunlah kesuksesan kita secara bertahap. Bukankah tidak ada orang yang membangun rumah dalam waktu satu malam? Bukankah tidak ada keberhasilan yang dibangun dalam waktu sekejap?