Hari 15 - Terus Mencoba

Seluruh kehidupan adalah sebuah eksperimen. Semakin banyak Anda bereksperimen akan semakin baik. (Ralph Waldo Emerson)

Brian Tracy, guru sukses dan penulis buku laris The Psychology of Selling memberikan salah satu resep suksesnya, "Jika Anda hanya punya satu anak panah untuk dilempar ke sebuah dartboard, berapa kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai sasaran utama? Sangat kecil bukan? Jika saya memberikan Anda seratus anak panah untuk dilemparkan ke dartboard tersebut, meski Anda seorang yang bodoh sekalipun, maka dapat dipastikan paling tidak, lebih dari satu anak panah yang mengenai sasaran tersebut!"

Semakin banyak kita mencoba, maka semakin banyak pula kesempatan bagi kita untuk meraih sukses. Namun bagi seorang mediocre, ia malah akan memilih berhenti ketika baru pertama kali mengalami kegagalan. Ia tidak ingin mencoba lagi, karena menurutnya kegagalan adalah akhir dari segalanya. Tentu hal itu sangat berbeda bagi seorang achiever, orang yang satu boleh saja menolak ide, atau barang yang ia tawarkan. Namun orang lain belum tentu akan melakukan hal yang sama, bisa saja mereka malah tertarik dan menerimanya. Karena itu ia terus dan terus berusaha sampai mencapai apa yang ia harapkan.

Berbicara tentang tetap mencoba ketika kegagalan datang, ada kisah unik dari merek produk yang bernama 7UP. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. Tetapi di balik kesuksesan yang perusahaan ini capai tersimpan perjuangan yang sangat keras. Awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia menyerah. Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Seandainya ia tetap berusaha, maka kesempatan untuk berhasil masih terbuka lebar. Tapi usahanya berakhir sia-sia karena ia tidak mau mencoba lagi.

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana cara kerja para salesman? Menurut Anda salesman yang bagaimana yang akan menuai sukses? Salesman yang terus-menerus menawarkan produk dan jasanya meskipun berkali-kali ditolak, atau salesman yang hanya beberapa kali menawarkan barangnya, lalu menyerah saat diabaikan orang-orang? Pastinya salesman yang tidak putus asa dan tetap menjual bukan? Pribadi dengan tipe seperti itu akan berlomba-lomba bertemu dengan sebanyak mungkin orang untuk menawarkan produk atau jasanya karena bila ia bertemu dengan 100 hari pada hari itu, maka kesempatan untuk closingnya pun akan semakin besar pula. Namun bila satu hari mereka hanya bertemu dengan tiga orang saja, kira-kira berapa kesempatan deal yang akan mereka peroleh? Sangat kecil, mungkin hanya satu orang atau bahkan tidak ada sama sekali yang mau membeli.

Karena itu, jangan berkecil hati dulu ketika orang belum menyukai karya kita. Hari ini memang belum, tapi besok, lusa, minggu depan, bulan depan, belum tentu hasilnya akan sama. Bisa jadi dihari-hari berikutnya mereka malah begitu membutuhkan apa yang dulu sempat kita tawarkan. Dan bila kita tetap mencoba bertanya, tetap menghubunginya, tetap mencarinya, tetap ramah dalam berbicara kepadanya, maka peluang kita untuk berhasil sangat besar. Tapi jika saat ditolak kita langsung marah-marah, kecewa, berkata kasar, menunjukkan sikap yang kurang baik, apalagi tidak mau datang lagi kepada orang itu, jangan harap kita akan mendapatkan sesuatu darinya. "Semua ini mungkin karena saya tidak berhenti pada kata 'tidak' yang pertama atau yang keseratus yang saya terima. Jika suatu pendekatan tidak berhasil, saya akan mencoba yang lain, dan saya tidak pernah menyerah," demikian ujar John Mautner. Mungkin bagi seorang mediocre penolakan menandakan sebuah harga mati, ia tidak berusaha lagi memutar otak bagaimana agar orang yang tadinya tidak menginginkan produk atau jasanya, menjadi begitu menginginkannya. Sedangkan bagi seorang achiever malah kebalikannya, penolakan berarti ia harus berjuang lebih keras, lebih gigih, lebih kreatif. Bila cara ini tidak berhasil, saya akan mencoba cara lain. Jika pendekatan itu tidak menarik perhatian konsumen, saya akan mencari ide yang berbeda. Pendek kata ia tidak akan berhenti berekperimen sampai mencapai hasil yang besar.