WHAT DRIVE YOUR LIFE

Pernahkah Anda ketahui apa yang menjadi dasar atau SUMBER MOTIVASI mengapa Anda melakukan hal-hal yang mungkin sudah sering Anda lakukan? Apa yang mempengaruhi semua perilaku dan keputusan Anda? Ternyata hampir semua tindakan, perilaku dan keputusan kita sangat dipengaruhi oleh emosi kita lebih daripada logika kita. Ini yang membuat kenapa banyak orang sulit menghentikan kebiasaan buruk mereka seperti merokok, kelebihan makan, malas, kecanduan alkohol, mudah marah dan berbagai hal lainnya. Saya yakin semua orang tahu bahwa secara logis hal-hal itu buruk dan tidak baik untuk diteruskan tapi kenyataannya mereka tetap melakukannya. Mengapa? Jawabannya adalah karena hal-hal tersebut memenuhi kebutuhan emosional (emotional needs) seseorang.

Sekarang kita akan mempelajari apa saja yang menjadi kebutuhan emosional manusia. Agar kita dapat melakukan banyak perubahan dalam diri kita terutama berbagai perilaku dan kebiasaan yang buruk. Selain itu dengan mengerti akan kebutuhan dasar manusia kita dapat menemukan apa yang menjadi sumber motivasi kita yang terbesar sesungguhnya. Yang pasti semua alasan dan motivasi mengapa Anda melakukan sesuatu (secara positif atau negatif) pasti didasari oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosional Anda. Secara umum kebutuhan emosional manusia dibagi dalam 6 kategori antara lain :

1. Comfort (kepastian, kenyamanan, rasa aman, memiliki kendali)
Setiap manusia memiliki kebutuhan akan rasa nyaman. Seseorang akan merasa nyaman apabila mereka mendapatkan suatu kepastian akan berbagai hal dalam hidupnya. Seperti kita juga yang menginginkan suatu kepastian dan stabilitas akan usaha, karir, kesehatan, keluarga serta masa depan kita. Walaupun tidak ada sesuatupun yang serba pasti tapi kita mencarinya untuk merasa aman dalam hidup ini. Makanya kita cenderung ingin mengendalikan segala sesuatu dan memperoleh jaminan. Beberapa orang mungkin berusaha memenuhi kebutuhannya akan rasa nyaman ini melalui cara-cara yang negatif antara lain dengan merokok, drugs, shopping, makan berlebihan, atau bahkan dengan mengontrol orang lain. Namun ada juga yang mencari rasa nyaman mereka melalui hal-hal yang lebih positif seperti meditasi, berdoa, berolahraga, menabung, asuransi, kerja keras atau dengan mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.

2. Change (Perubahan, variasi, sesuatu yang baru, tantangan, perbedaan)
Ternyata selain manusia membutuhkan kepastian dan stabilitas di sisi lain mereka juga menginginkan suatu perubahan, variasi, tantangan dan sesuatu yang berbeda agar hidup ini tidak membosankan. Kita cenderung senang dengan hal-hal baru karena itu menghidupkan gairah dan sukacita kita. Bahkan kadang beberapa orang selalu mencari kesempatan untuk berpetualang hanya untuk memperoleh tantangan baru. Suatu kehidupan ataupun pekerjaan yang rutin dan tidak memiliki tantangan lagi dapat membuat seseorang jenuh. Begitu juga pria atau wanita dalam suatu pernikahan yang sudah monoton dan tidak menggairahkan dapat menyebabkan pertengkaran bahkan perselingkuhan karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.

3. Center (Pusat perhatian, popularitas, pengaruh, keunggulan, signifikan, aktualisasi diri, prestise, kuasa, otoritas, jabatan)
Kebutuhan emosional yang berikut ini adalah kebutuhan manusia untuk merasa penting, dibutuhkan, spesial, unik dan signifikan. Ini yang mendorong beberapa orang mengejar popularitas agar dapat menjadi pusat perhatian. Ada juga yang menginginkan jabatan yang tinggi agar memiliki kuasa dan otoritas. Sebagian lagi orang mengejar gelar dan prestasi yang tinggi untuk dihargai dan diterima oleh orang lain. Ada pria yang merasa lebih percaya diri dengan tubuh atletisnya dan wanita merasa spesial apabila tubuhnya langsing. Orang-orang tertentu merasa signifikan apabila memakai barang-barang bermerk, mengendarai mobil mewah, atau bergabung di politik. Ini semua merupakan kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan emosional ini dapat membawa seseorang pada keunggulan namun juga dapat menjadikan seseorang sangat ambisius dan arogan.

4. Connection (Hubungan, dikasihi, persahabatan, persaudaraan, cinta, komunitas)
Salah satu kebutuhan terbesar manusia adalah hubungan. Semua orang ingin merasa dicintai dan mencintai. Sebagai manusia kita ingin diterima oleh orang lain. Kita sangat membutuhkan pasangan hidup, keluarga, sahabat dan komunitas yang dapat memberi dukungan dan perhatian. Makanya masalah emosional yang sangat menyakitkan adalah ketika terjadi konflik, penolakan ataupun perceraian. Orang-orang memenuhi kebutuhan mereka akan hal ini dengan berbagai macam cara seperti bergabung dalam organisasi tertentu, menikah, berhubungan seks, memelihara binatang, ataupun berkumpul dengan teman-teman. Kebutuhan akan hubungan jugalah yang membuat situs-situs jaringan sosial seperti facebook dan twitter sangat diminati orang-orang dari seluruh penjuru dunia, karena lewat situs ini setiap orang dapat terkoneksi satu dengan yang lainnya secara mudah.

5. Constant Growth (Pertumbuhan, menjadi lebih baik, kompeten, kesehatan, kekayaan, intelektual, kesuksesan)
Manusia diciptakan untuk bertumbuh dan berkembang. Ketika seseorang berhenti untuk bertumbuh maka ia akan cenderung merasa kering secara emosional. Inilah yang menjadi alasan mengapa setiap kita harus terus berfokus pada kemajuan dan peningkatan yang terus menerus. Kebutuhan akan pertumbuhan dapat dipenuhi dengan mengikuti program-program seminar, membaca buku atau mengikuti kursus-kursus. Ada juga orang yang merasa kebutuhannya terpenuhi saat kekayaannya meningkat, keahliannya makin bertambah, atau mungkin dengan memiliki pengalaman-pengalaman baru.

6. Contribution (Kontribusi, Berarti bagi orang lain, membawa dampak, berpartisipasi, sosial)
Yang terakhir adalah kebutuhan manusia untuk memiliki hidup yang berarti dan bermakna bagi orang lain ataupun untuk suatu tujuan. Kebutuhan untuk memberi kontribusi inilah yang membuat orang-orang seperti Mother Teresa, Nelson Mandela dan Mahatma Gandhi mau berkorban untuk kepentingan orang lain. Begitu juga Bill Gates dan Warren Buffet mau menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk yayasan kemanusiaan agar dapat menolong kehidupan banyak orang. Kepenuhan hidup hanya dapat diperoleh ketika kita memberi dan berbagi pada orang lain untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Setiap orang pasti dapat membuat perbedaan dengan kontribusi yang diberikan bagi sesama dan lingkungannya.